Gelatin Babi

Posted on 21.02.2015

0


Disadur dari rumahfiqih.com

Keharaman gelatin babi ini ternyata tidak sepenuhnya disepakati para ulama. Ada yang menyatakan haram seperti LP-POM MUI, namun nyatanya ada juga para ulama dunia yang menghalalkannya. Jadi hukumnya masih boleh dibilang ikhtilaf di antara para ulama.

Rekomendasi Muktamar ke VII Munadzamah Al-Islamiyyah

Menarik untuk kita kaji fatwa para ulama yang tertuang dalam Rekomendasi Muktamar ke VII Munadzamah Al-Islamiyyah dalam bidang ilmu kedokteran di Kuwait. Para ulama itu menyebutkan bahwa bila babi sudah mengalami proses perubahan jati diri (istihalah), maka bisa menjadi halal.

Muktamar yang digelar dari tanggal 22-24/12/1415 bertepatan dengan 22/24/5/1995 adalah muktamar para ulama kaliber dunia yang duduk bersama membahas hal-hal yang berkaitan dengan zat-zat yang diharamkan dan najis yang terdapat dalam makanan dan obat-obatan.

Berikut ini cuplikannya yang barangkali bermanfaat buat Anda yang bisa anda rujuk (Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu karya Dr. Wahbah Zuhaili jilid VII halaman 5265) :

Dzat-dzat makanan yang mempergunakan lemak babi dalam pengolahannya tanpa ada perubahaan dzatnya (istihalatul `ain) seperti dalam keju, mentega, minyak, biskuit, cokelat dan es krim adalah haram dan tidak halal memakannya secara mutlak.

Hal tersebut didasarkan adanya ijma` (konsensus) para ahli ilmu atas kenajisan lemak babi dan ketidak-halalan memakannya. Dan disebabkan tidak adanya kedaruratan untuk mengkonsumsi bahan makanan tersebut.

Al-istihalah (perubahan wujud/penyulingan) berarti perubahan satu dzat menjadi dzat yang lain yang berbeda sifat-sifatnya, merubah dzat-dzat yang najis dan yang mengandung najis menjadi dzat-dzat yang suci dan merubah dzat-dzat yang haram menjadi dzat-dzat yang dihalalkan secara syara`.

Dengan memperhatikan hal tersebut, maka: Gelatin yang terbuat dari prosaes penyulingan tulang hewan yang najis dan kulitnya adalah suci dan halal dimakan.

>> Sabun yang dihasilkan dari proses penyulingan lemak babi atau bangkai menjadi suci dengan proses istihalah tersebut dan boleh untuk dipergunakan.

>> Krim dan bahan-bahan kosmetika yang dalam proses pengolahannya mempergunakan lemak babi tidak boleh dipergunakan kecuali jika proses istihalah telah terbukti dan dzatnya telah berubah. Tetapi jika hal tersebut tidak terbukti maka semuanya masih dianggap najis.

LP POM Majelis Ulama Indonesia

Ir. Muti Arintawati, MSi., auditor LP POM MUI amat yakin menyatakan bahwa gelatin babi itu haram, meski para ulama dunia yang berkumpul di Kuwait menyatakan kehalalannya.

Posted in: Islam